Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Stabil Saat Pasar Menunggu Tarif Baru AS
Wednesday, 2 April 2025 11:19 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil

Harga minyak stabil dalam perdagangan yang sepi pada hari Rabu (2/40) setelah jatuh pada sesi sebelumnya karena kekhawatiran bahwa tarif baru AS, yang akan diumumkan pada pukul 20.00 GMT, dapat memperdalam perang dagang global yang dapat membatasi permintaan minyak mentah.

Harga minyak berjangka Brent naik 1 sen menjadi $74,50 per barel pada pukul 03.46 GMT setelah turun 0,4% pada hari Selasa. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 3 sen menjadi $71,23 setelah turun 0,4%. Harga mencapai titik tertinggi dalam lima minggu pada hari Senin.

Gedung Putih mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif baru pada hari Rabu, meskipun tidak memberikan rincian tentang ukuran dan ruang lingkup hambatan perdagangan.

"Harga minyak naik hampir 2% pada bulan Maret tetapi tetap stabil sejak saat pasar menunggu kejelasan tentang rencana tarif universal Trump menjelang 'Hari Pembebasan.'" "Volume perdagangan yang tipis di pasar minyak mengindikasikan meningkatnya kekhawatiran tentang tarif ini, meskipun ada beberapa sinyal permintaan positif dari daratan Tiongkok," kata analis pasar senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva.

Pukul 03.53 GMT, volume perdagangan Brent mencapai 8.550 lot untuk bulan Juni, dibandingkan dengan 672.617 lot open interest untuk bulan yang sama, data ICE pada platform harga LSEG menunjukkan.

Selama berminggu-minggu, Trump telah menggembar-gemborkan tanggal 2 April sebagai "Hari Pembebasan," yang akan membawa bea baru yang dapat mengguncang sistem perdagangan global.

Pengumuman Gedung Putih dijadwalkan pukul 4 sore ET (20.00 GMT).

"Pengumuman (tarif) dapat memengaruhi harga baik ke atas maupun ke bawah, meskipun keseimbangan risiko berada di sisi negatif, mengingat bahwa langkah-langkah tarif yang lebih lemah dari yang diharapkan tidak mungkin mendorong reli yang signifikan di Brent, sementara langkah-langkah yang lebih kuat dari yang diharapkan dapat memicu aksi jual yang substansial," kata analis BMI dalam sebuah catatan.(mrv)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS